Sebagai seorang yang beriman kepada Allah kita wajib mengesakan Allah SWT. Bagaimana cara mengesakan Allah? ada beberapa poin penting yang harus kita pahami agar kita tidak tersesat dalam memahami maupun bertindak, agar antara keyakinan dan sikap kita sejalan dalam mengesakan Allah. Agar antara ucapan dan perbuatan kita tidak bertentangan. Agar keimanan kita tetap sah, tidak batal.
1. Pertama Mengesakan Allah sebagai Pencipta Alam Semesta.
Kita harus menanamkan keyakinan dalam hati kita bahwa alam ini ada yang menciptakan, dan satu-satunya pencipta alam ini adalah Allah, tidak ada yang lain. Keyakinan ini tidak boleh tercabut dalam hati, karena jika keyakinan ini tidak ada dalam hati kita maka keimanan kita batal. Kita menjadi ateis, tidak percaya adanya tuhan atau meyakini banyak tuhan.Ada banyak dalil akli dan nakli yang menguatkan adanya pencipta alam semesta diantaranya:
a. Dalil Akli (secara akal sehat) akal kita menerima bahwa setiap barang itu pasti ada yang membuat, sekalipun kita tidak pernah melihat siapa pembuatnya. Ketika kita melihat motor, kita pasti yakin bahwa motor itu ada yang membuatnya sekalipun kita tidak tahu siapa yang membuat, sungguh sulit akal kita menerima bahwa ada sebuah motor jadi dengan sendirinya tanpa ada si pembuatnya. Tidak diketahuinya seorang pencipta tidak dapat mematahkan alasan bahwa penciptanya tidak ada. demikian juga dengan adanya alam ini. karena alam ini sudah ada, maka akal kita juga yakin bahwa alam ini ada yang menciptakan terlepas dari terlihat atau tidaknya si pencipta itu.
b.Dalil Nakli (Keterangan dari Tuhan Pencipta Alam)
بديع السماوات والأرض وإذا قضى أمرا فإنما يقول له كن فيكون
Allah Pencipta langit dan bumi, dan bila Dia berkehendak (untuk menciptakan) sesuatu, maka (cukuplah) Dia hanya mengatakan kepadanya: "Jadilah". Lalu jadilah ia.(QS.2:117)
Katakanlah: "Siapakah Tuhan langit dan bumi?" Jawabnya: "Allah." Katakanlah: "Maka patutkah kamu mengambil pelindung-pelindungmu dari selain Allah, padahal mereka tidak menguasai kemanfaatan dan tidak (pula) kemudaratan bagi diri mereka sendiri?". Katakanlah: "Adakah sama orang buta dan yang dapat melihat, atau samakah gelap gulita dan terang benderang; apakah mereka menjadikan beberapa sekutu bagi Allah yang dapat menciptakan seperti ciptaan-Nya sehingga kedua ciptaan itu serupa menurut pandangan mereka?" Katakanlah: "Allah adalah Pencipta segala sesuatu dan Dia-lah Tuhan Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa".(QS:13:16)
Ketika kita sudah sepakat untuk meyakini Allah sebagai satu-satunya tuhan pencipta Alam maka, kita harus menolak teori-teori lain yang tidak sejalan dengan keyakinan kita itu. Misalnya teori Carlos Darwin yang mengatakan bahwa manusia itu berasal dari kera, hasil evoluli alam. Dalam bahasa lain Darwin hendak mengatakan bahwa manusia itu tidak diciptakan Allah, tp jadi dengan sedirinya melalui evolusi alam. teori seperti itu tidak masuk akal. Pemikiran Darwin jelas sudah keluar dari akal sehat. Akal kita sama sekali tidak dapat menerima adanya barang tapi tidak ada penciptanya.Orang yang meingingkari keberadaan sang pencipta ini disebut kafir, dan yang tidak mengesakan Allah ini disebut "Sirik"
1. Pertama Mengesakan Allah sebagai Pencipta Alam Semesta.
Kita harus menanamkan keyakinan dalam hati kita bahwa alam ini ada yang menciptakan, dan satu-satunya pencipta alam ini adalah Allah, tidak ada yang lain. Keyakinan ini tidak boleh tercabut dalam hati, karena jika keyakinan ini tidak ada dalam hati kita maka keimanan kita batal. Kita menjadi ateis, tidak percaya adanya tuhan atau meyakini banyak tuhan.Ada banyak dalil akli dan nakli yang menguatkan adanya pencipta alam semesta diantaranya:
a. Dalil Akli (secara akal sehat) akal kita menerima bahwa setiap barang itu pasti ada yang membuat, sekalipun kita tidak pernah melihat siapa pembuatnya. Ketika kita melihat motor, kita pasti yakin bahwa motor itu ada yang membuatnya sekalipun kita tidak tahu siapa yang membuat, sungguh sulit akal kita menerima bahwa ada sebuah motor jadi dengan sendirinya tanpa ada si pembuatnya. Tidak diketahuinya seorang pencipta tidak dapat mematahkan alasan bahwa penciptanya tidak ada. demikian juga dengan adanya alam ini. karena alam ini sudah ada, maka akal kita juga yakin bahwa alam ini ada yang menciptakan terlepas dari terlihat atau tidaknya si pencipta itu.
b.Dalil Nakli (Keterangan dari Tuhan Pencipta Alam)
بديع السماوات والأرض وإذا قضى أمرا فإنما يقول له كن فيكون
Allah Pencipta langit dan bumi, dan bila Dia berkehendak (untuk menciptakan) sesuatu, maka (cukuplah) Dia hanya mengatakan kepadanya: "Jadilah". Lalu jadilah ia.(QS.2:117)
Katakanlah: "Siapakah Tuhan langit dan bumi?" Jawabnya: "Allah." Katakanlah: "Maka patutkah kamu mengambil pelindung-pelindungmu dari selain Allah, padahal mereka tidak menguasai kemanfaatan dan tidak (pula) kemudaratan bagi diri mereka sendiri?". Katakanlah: "Adakah sama orang buta dan yang dapat melihat, atau samakah gelap gulita dan terang benderang; apakah mereka menjadikan beberapa sekutu bagi Allah yang dapat menciptakan seperti ciptaan-Nya sehingga kedua ciptaan itu serupa menurut pandangan mereka?" Katakanlah: "Allah adalah Pencipta segala sesuatu dan Dia-lah Tuhan Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa".(QS:13:16)
Ketika kita sudah sepakat untuk meyakini Allah sebagai satu-satunya tuhan pencipta Alam maka, kita harus menolak teori-teori lain yang tidak sejalan dengan keyakinan kita itu. Misalnya teori Carlos Darwin yang mengatakan bahwa manusia itu berasal dari kera, hasil evoluli alam. Dalam bahasa lain Darwin hendak mengatakan bahwa manusia itu tidak diciptakan Allah, tp jadi dengan sedirinya melalui evolusi alam. teori seperti itu tidak masuk akal. Pemikiran Darwin jelas sudah keluar dari akal sehat. Akal kita sama sekali tidak dapat menerima adanya barang tapi tidak ada penciptanya.Orang yang meingingkari keberadaan sang pencipta ini disebut kafir, dan yang tidak mengesakan Allah ini disebut "Sirik"
2. Mengesakan Allah sebagai satu-satunya pemberi rezeki.
Allah yang menciptakan makhluk hidup maka Dia sang pemberi rezeki yang terbaik, karena Dia pencipta maka dia tahu kebutuhan ciptaanya. Sebagai seorang mukmin kita harus meyakini bahwa satu-satunya pemberi rezeki adalah Allah. Maka kita tidak boleh meminta rezeki ataupun keberkahan kepada selain Allah, kita tidak boleh lagi meminta kekayaan kepada selain Allah, karena memang tidak ada yang dapat memberikan itu selain Allah.
Fenomena yang aneh. Banyak orang percaya bahwa Allah maha kaya dan maha pemurah, yang memberikan rezeki dan kekayan, tapi mereka memintanya rezeki dan kekayaan kepada yang lain. Mereka yakin bahwa Allah yang menciptakan segala sesuatu dan kuasa untuk memberikan pertolongan, tapi banyak yang minta kekayaan ke Gunung Kawi, Nyiroro Kidul, dll. Mereka mengaku islam tapi ketika meminta hujan bukan shalat istisqo yang dilakukan tapi melakukan sesajian kepada sesuatu. Ketika menginginkan petunjuk mereka datang keperdukunan atau orang pintar (katanya). Mereka tidak mengambil Alqur'an sebagai petunjuk, atau paling tidak Shalat istikharoh seperti yang diajarkan Nabi. Firman Allah:
الذي جعل لكم الأرض فراشا والسماء بناء وأنزل من السماء ماء فأخرج به من الثمرات رزقا لكم فلا تجعلوا لله أندادا وأنتم تعلمون
Dialah Yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezeki untukmu; karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, padahal kamu mengetahui.(QS.2:22)
Allah adalah maha suci, yang persembahanya tidak mau dicampuri oleh yang lain. Didalan setiap shalat kita sering menyatakan :
إياك نعبد وإياك نستعين
"Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan"
tapi jika kita masih mencari penolong lain berarti apa yang kita ikrarkan dihadapan Allah ketika shalat tidak sesuai dengan yang kita perbuat. artinya kita belum mengesakan Allah dalam meminta pertolongan. Orang yang tidak mengesakan Allah seperti ini disebut "Sirik"
3. Mengesakan Allah sebagai Raja
Raja adalah sang pengatur. Dia yang berkuasa mengatur segalasesuatunya secara mutlak. selain dia tidak boleh mengatur. Kerajaan Allah meliputi langit dan bumi. Termasuk manusia adalah dalam ruang llingkup kerajaan Allah, Jika kita benar-benar beriman kepada Allah maka kita harus menjadikan Allah sebagai Raja dan pengatur kita. Dialah yang berhak mengatur segala aspek kehidupan kita. mulai dari cara makan minum, cara berpakaian, cara ibadah, adab bertamu bahkan cara mencari rezeki semua ada aturan yang ditetapkan oleh Allah. Orang mukmin adalah orang yang hidupnya rela diatur oleh Allah. Makan minumnya orang beriman itu sudah diatur dalam al-qur'an dan sunnah ada ketentuan halal dan haram. begitu juga cara berpakaian dan sebagainya. Allah berfirman:
يا أيها النبي قل لأزواجك وبناتك ونساء المؤمنين يدنين عليهن من جلابيبهن ذلك أدنى أن يعرفن فلا يؤذين وكان الله غفورا رحيما
Hai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka". Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha pengampun lagi Maha penyayang. (QS.33:59)
Sebuah keanehan yang terjadi jaman sekarang banyak orang mengaku islam, beriman kepada Allah tapi tidak mau diatur oleh Allah, cara berpaiannya sesuka hati, tidak menutup aurat, cara makannya tidak selektif mana halal dan mana haram. mengaku islam tapi tidak mau mendirikan Shalat, tidak puasa dll. Meninggalkan perintah dan melanggar larangan ini adalah bagian dari kedurhakaan kepada Allah, dan yang seperti itu sama dengan tidak menjadikan Allah sebagai pengatur dirinya. Orang yang tidak menjadikan Allah sebagai Raja yang mengatur hidupnya adalah bentuk kesirikan. Tidak mengesakan Allah.
Sebagai orang mengaku muslim yang mengharapkan kebaikan kehidupan diakhirat, mestinya kita menjauhkan diri dari hal-hal tersebut diatas. Ketika kita sedang mencari ridha Allah tentu kita akan menjauhi diri dari hal-hal yang membuat Allah murka. Semoga bermanfaat. Wallahu 'a lam....




Tidak ada komentar:
Posting Komentar